Thursday, March 28, 2019

PANORAMA


Membuat laporan panorama berbeda dengan membuat sketsa pemandangan atau melukis, sebab laporan panorama mempunyai beberapa aturan khusus yang   membedakannya dari gambar biasa, baik dari segi peralatan maupun teknik menggambarnya. Panorama berguna menggambarkan untuk menggambarkan kembali situasi atau keadaan suatu daerah pada suatu waktu, dan jika kita kembali lagi kembali lagi ke daerah tersebut kita dapat melihat (membandingkan) peerubahan-perubahan yang terjadi.


Mengerjakan Laporan Panorama.

1.    Peralatan yang harus disediakan, seperti:

a.     Kertas laporan
b.     Pensil HB dan 2B
c.    Ballpoint
d.    Penggaris dan busur
e.     Kompas bidik (untuk mencari sasaran).
f.     Pembidik atau masker.

GAMBAR PEMBIDIK ATAU MASKER


2.    Buatlah persegi panjang diatas kertas laporan, dengan perbandingan panjang dan lebarnya 2:1.

3.    Bidiklah dengan kompas arah yang dituju atau yang ditentukan. Setelah terlihat oleh pembidik (masker) ditandai tempat tersebut (misalnya pohon, bukit, atau rumah).

4.    Penggunaan kembali masker untuk memindahkan pemandangan keatas kertas laporan. Gambar yang dibuat berupa sketsa saja (bukan lukisan pemandangan).

5.    Jangan menggambar benda-benda yang bersifat sementara atau bergerak (awan, sekumpulan ternak, mobil, dan sebagainya).

6.    Mulailah mengarsir gambar panorama disarankan mengarsir dari bagian depan terlebih dahulu.

7.    Setelah mengarsir lengkapi laporanmu dengan data-data atau keterangan (alat yang digunakan dan data lainnya, lihat contoh).



ARSIRAN DALAM PANORAMA



Jika ingin mendapatkan laporan yang baik, maka beberapa hal penting yang harus diperhatikan adalah:

1.    Bersih,

2.    Tepat arah sasaran bidiknya (dengan kompas),

3.    Alat-alat lengkap,

4.    Keterangan laporannya lengkap, dan

5.    Arsiran benar dan rapih.


Arsiran gambar pada kotak harus dibuat menggunakan pensil. Sedangkan data-data lainnya(termasuk frame/bingkai gambar) dapat menggunakan tinta pulpen atau ballpoint.


Contoh Laporan Panorama
CONTOH LAPORAN PANORAMA

Thursday, February 14, 2019

Hasta Karya


Hasta Karya ialah sebuah kegiatan yang menghasilkan suatu kreativitas yang mempunyai nilai fungsi, nilai seni, dan nilai jual, yang bahannya berasal dari sampah organik dan anorganik. Hasta Karya dapat dijadikan sebagia sebuah profesi karena memiliki keuntungan yang besar, karena bahan-bahan pembuatan Hasta Karya sangat murah dan dapat di temui di mana.


Hasta Karya memiliki banyak manfaat diantaranya membersihkan lingkungan dari sampah yang dapat di daur ulang, memperbanyak lapangan pekerjaan, dan mengurangi sampah yang ada di bumi. Dalam membuat Hasta Karya dibutuhkan kreativitas dan keterampilan yang tinggi karena membuat kerajinan Hasta Karya tidak mudah, bila tidak memiliki kreativitas dan keterampilan yang tinggi.


Contoh Hasta Karya dalam acara pramuka atau kerajinan tangan pelajaran seni budaya atau keterampilan itu banyak sekali. Biasanya guru atau pembina menugaskan untuk membuat hasta karya itu dari barang-barang bekas. Misalnya dari palastik aqua, bungkus rokok, koran bekas, dan banyak lagi yang lainnya. Jika ketika melakukan penjelajahan, seorang pembina pramuka memberikan tugas untuk membuat hasta karya dari daun kelapa, rumput, dan banyak lagi yang lainnya.    

Contoh pot dari boto plastik :



Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan

  • Botol plastik bekas
  • Pisau
  • Hiasan untuk mata
  • Pupuk/tanah untuk menanam
  • Tanaman

Cara Membuat Kerajinan Tangan dari Botol Bekas Berbentuk Pot Bunga

  1. Siapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan
  2. Setelah semua sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah memotong botol plasting dengan pisau.
  3. Ukurannya dikira-kira saja atau lihat pada gambar.
  4. Beri sedikit hiasan sesuai keinginan. Jika ingin sesuai contohnya, tempelkan saja tutup botolnya sebagai mulut dan tambahkan mata boneka, lalu tempel.
  5. Jangan lupa untuk melubangi bagian bawah botol agar air tidak mengendap di dalam botol.
  6. Masukkan botol pupuk dan tanah ke dalam botol.
  7. Masukkan bibit tanaman yang ingin di tanam.

Thursday, February 7, 2019

TANDA JEJAK

Tanda jejak digunakan sebagai salah satu materi dalam sebuah permainan besar (wide game). Wide game adalah permainan penjelajahan di alam terbuka dalam bentuk mencari jejak (orienteenering) dengan menggunakan tanda-tanda jejak, membuat peta, mencatat berbagai situasi dan dibagi dalam pos-pos.

Dalam Pramuka terdapat banyak tanda jejak, seperti sebagai berikut.









Wednesday, February 6, 2019

TALI TEMALI

Di Pramuka terdapat tali temali yang terdiri dari tali, simpul, ikatan dan pionering. Di sini akan membahas sedikit tentang  simpul dan ikatan. Di sini akan membahas simpul hidup, mati, pangkal, jangkar, dan anyaman rantai, serta ikatan kaki tiga, palang, dan sambung tongkat.


  • Simpul Hidup
Simpul hidup berfungsi mengikat suatu benda dengan kuat tetapi dapat dilepas dengan mudah, simpul ini biasanya di gunakan untuk mengikat hewan. berikut cara membuat simpul hidup.



  • Simpul Mati
Simpul mati adalah simpul yang biasanya digunakan untuk mengakhiri suatu simpul. Walaupun simpul ini terlihat mudah tetapi banyak sekali yang salah membuatnya. Berikut ini cara membuat simpul mati.
  • Simpul Pangkal
Simpul pangkal sering sekali digunakan untuk mengawali ataupun mengakhiri suatu ikatan seperti ikatan palang dan kaki tiga. berikut cara membuat simpul pangkal


  • Simpul Jangkar
Simpul jangkar biasanya di gunakan pada tandu darurat. Salah satu fungsi simpul ini adalah mengikat dua buah benda di sebauh tongkat. Cara membuat simpul jangkae sebagai berikut.

  • Simpul Anyam Rantai
Simpul ayam rantai digunakan untuk memendekan tali. cara membuat simpul ayam rantai sebagai berikut.

  • Ikatan Kaki Tiga
Ikatan kaki tiga digunakan untuk mengikat tiga buah tongkat dalam satu ikatan untuk membuat kaki tiga. cara membuat kaki tiga sebagai berikut.


  • Ikatan Palang
Ikatan palang digunakan untuk menggabungkan dua tongkat secara vertikal dan horizontal menjadi satu dan sulit di lepaskan. Cara membuat ikatan palang sebagai berikut.


  • Ikatan Sambung Tongkat
Ikatan sambung tongkat digunakan untuk  menyambungkan dua atau tiga tongkat menjadi satu secara sejajar. Cara membuat ikatan sambung tongkat sebagai berikut.



Sekian pembahasan tentang tali temali yang sering digunakan dalam Pramuka ataupun dalam kehidupan kita.

Wednesday, January 30, 2019

PERKEMAHAN

Pramuka sering kali mengadakan kegiatan perkemahan. Perkemahan atau berkemah adalah salah satu kegiatan menginap yang dilakukan secara out bond. Perkemahan juga merupakan media pertemuan untuk Pramuka.

Perkemahan memiliki banyak tujuan, diantaranya adalah sebagai berikut.

  • Memeberikan pengalaman adanya saling ketergantungan antara unsur-unsur alam dan kebutuhan untuk melestarikannya.
  • Menjaga lingkungan dan mengembangkan sikap bertanggung jawab akan masa depan yang menghormati keseimbangan alam.
  • Mengembangkan kemampuan diri mengatasi tantangan yang dihadapi.
  • Menyadari tidak ada sesuatu yang berlebih di dalam dirinya.
  • Menemukan kembali cara hidup yang menyenangkan dalam kesederhanaan.
  • Membina kerjasama dan persatuan dan persaudaraan.

Terdapat banyak jenis perkemahan yang ditinjau dari berbagai aspek seperti berikut ini.

1. Ditinjau dari lama waktunya
  • Perkemahan Satu Hari (Persari).
  • Perkemahan Sabtu Malam Minggu (Persami).
  • Perkemahan lebih dari tiga hari.
2. Ditinjau dari tempat pelaksanaannya
  • Perkemahan Menetap
  • Perkemahan Safari (Berpindah-pindah)
3. Ditinjau dari tujuannya
  • Kemah Bakti. Seperti; Perkemahan Wirakarya (PW).
  • Kemah Pelantikan. Seperti; Perkemahan Pelantikan Tamu Ambalan, Pelantikan Bantara dan lain-lain.
  • Kemah Lomba. Seperti; Olah Terampil, WRC.
  • Kemah Rekreasi.
  • Kemah Jambore.
  • Kemah Riset/ Penelitian.
4. Ditinjau dari jumlah pesertanya
  • Perkemahan satu regu/ sangga.
  • Perkemahan satu Pasukan/Ambalan/Racana.
  • Perkemahan tingkat : Ranting/Cabang/Daerah/Nasional/Regional/Internasional.
Pelaksanaan perkemahan yang baik memiliki prosedur yang harus di ikuti. Prosedur tersebuat diantaranya adalah sebagai berikut.

a. Persiapan
  • Penentuan waktu, tempat, tujuan dan biaya.
  • Pengadaan peralatan dan perbekalan, peninjauan ke daerah berkemah.
  • Ijin orang tua peserta dan ijin memberitahukan kepada penguasa setempat.
  • Pembentukan panitia/staf pelaksana.
  • Memantapkan kesiapan mental fisik, dan ketrampilan.
b. Pelaksana
  • Pemimpin perkemahan sebagai penanggung jawab.
  • Pembantu-pembantu dari pembina pramuka.
  • Panitia/staf pelaksana sesuai keperluanPembagian tugas pendayagunaan.
c. Acara
  • Acara harian yang menjelaskan acara pokok secara garis besar.
  • Acara kegiatan keseluruhan yang berisi perincian waktu dan kegiatan selama berkemah.
  • Acara perorangan dan kelompok.
d.Pelaksanaan
  • Kegiatan hendaknya diusahakan menurut rencana yang telah dipersiapkan sesuai dengan tujuan diselenggarakannya perkemahan.
  • Acara mungkin saja dapat berubah, sesuai dengan perkembangan keadaan.
  • Perubahan acara seyogyanya tidak kearah resiko yang lebih berat.
  • Pelaksanaan acara harus disesuaikan dengan kemampuan peserta perkemahan dan acara berikutnya.
  • Mengusahakan adanya acara pengganti dan tambahan untuk mengisi kesibukan pada waktu terluang.
  • Faktor pengamanan dan keselamatan peserta harus diperhatikan.
e.Peyelesaian
  • Pembongkaran tenda-tenda.
  • Pembersihan tempat berkemah (pada prinsipnya tempat bekas berkemah harus lebih baik dan lebih bersih dari pada waktu datang).
  • Pengecekan pengembalian barang pinjaman.
  • Upacara penutupan dan ucapan terima kasih kepada masyarakat setempat.
  • Jika mungkin dilakukan penyerahan sumbangan bagi keluarga masyarakat yang kurang mampu, baik berupa bahan makanan, pakaian layak pakai atau lainnya.
Berikut ini adalah peralatan yang harus dibawa saat berkemah.
  1. Ransel
  2. Pakaian ganti
  3. Jaket 
  4. Alat sholat
  5. Peralatan makan
  6. Peralatan masak
  7. Sepatu dan kaos
  8. Sarung tangan
  9. Senter
  10. Korek api
  11. Ponco
  12. peralatan obat obatan
  13. Tenda
  14. Tiker

Wednesday, January 23, 2019

Satuan Karya Pramuka

Satuan Karya Pramuka (Saka) adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan pengalaman para pramuka dalam berbagai bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Satuan Karya diperuntukkan bagi para Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega[ atau para pemuda usia antara 16-25 tahun dengan syarat khusus. Setiap Satuan Karya memiliki beberapa krida, yang masing-masing mengkhususkan pada subbidang ilmu tertentu. Setiap Krida memiliki Syarat Kecakapan Khusus untuk memperoleh Tanda Kecakapan Khusus Kelompok Kesatuan Karyaan yang dapat diperoleh Pramuka yang bergabung dengan Krida tertentu di Saka tersebut.

Berikut adalah beberapa contoh Saka dalam Pramuka.


1. SAKA BHAYANGKARA

Satuan Karya Pramuka Bhayangkara dibentuk pada tahun 1996 dan pada tahun tersebut masih bernama Pramuka KAMTIBMAS (Keamanan Ketertiban Masyarakat). Pembentukan tersebut atas instruksi bersama MENTRI / PANGLIMA POLISI DAN KAKWARNAS : NO. POL. : 28/Inst. /MK/1996 dan SK KWARNAS No. 4 /1996 tertanggal : 1 Juli 1996, dengan nama PRAMUKA KAMTIBMAS.

Bhayangkara berasal dari bahasa Sansekerta, yang mengandung arti penjaga, pengawal, pengaman, dan pelindung keselamatan Negara dan bangsa.Saka Bhayangkara adalah wadah pendidikan guna menyalurkan minat dan mengembangkan bakat serta pengalaman para pramuka penegak dan pandega dalam berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kebhayangkaraan sehingga mereka menjadi anggota masyarakat yang baik, peduli terhadap keamanan, ketertiban masyarakat di lingkungan baik local, nasional maupun internasional.

Dewan Saka Bhayangkara adalah badan yang dibentuk oleh anggota Saka Bhayangkara ara ditingkatnya yang beranggotakan dari anggota krida Saka Bhayangkara yang bertugas memimpin pelaksanaan kegiatan Saka Bhayangkara sehari – hari.Kebhayangkaraan adalah kegiatan yang berkaitan dengan keamanan Negara dalam rangka menjamin tetap tegaknya Negara kesatuan republic Indonesia yang berdasarkan pancasila dan Undang – undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

2. SAKA DIRGANTARA

Satuan Karya Pramuka Dirgantara atau biasa disingkat Saka Dirgantara adalah salah satu Satuan Karya Pramuka yang berlaku secara nasional. Saka Dirgantara merupakan wadah pembinaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega yang memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang kedirgantaraan. Dirgantara adalah ruang udara yang terbentang luas di atas permukaan bumi hingga batas yang tak terhingga. Sedangkan kedirgantaraan sendiri mengandung arti sebagai segala sesuatu yang berkaitan dengan dirgantara, serta usaha kegiatan umat manusia dalam rangka pendayagunaan dirgantara bagi kepentingan bangsa Indonesia.



Sejarah terbentuknya Satuan Karya Pramuka Dirgantara tidak terlepas dari peran serta TNI AU, yang dahulu bernama Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dan sejarah aeromodelling di Indonesia. Pada tahun 1948, AURI telah merintis terbentuknya Aero Club dan Pandu Udara di bawah naungan TNI AU. Pada Juni 1954 untuk pertama kalinya diadakan perkemahan Pandu Udara di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma yang dihadiri oleh 80 Pandu Udara dari seluruh Indonesia. Di dalam perkemahan ini dilaksanakan perlombaan kedirgantaraan. Hingga tahun 1955 telah tercatat 35.000 anggota Pandu Udara di seluruh Indonesia.

Dalam perkembangannya pada tahun 1966, terciptalah kesepakatan bersama antara TNI AU dan Gerakan Pramuka dalam membentuk Kompi Pramuka Dirgantara. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Instruksi Bersama Menteri/Panglima Angkatan Udara dan Ketua Kwarnas Gerakan  Pramuka  Nomor 13 Tahun 1966 dan Nomor 6 Tahun 1966 Tentang Pembentukan Kompi-kompi Pramuka Dirgantara. Kompi Pramuka Dirgantara inilah yang kemudian berubah nama menjadi Satuan Karya Pramuka Dirgantara.

3. SAKA BAHARI

Satuan Karya Pramuka Bahari atau disingkat sebagai Saka Bahari adalah salah satu satuan karya pramuka yang diselenggarakan secara nasional di Indonesia. Bahari secara bahasa dapat diartikan sebagai laut atau mengenai laut. Dalam kaitannya dengan kegiatan satuan karya pramuka, bahari mengandung arti segala kegiatan yang ada sangkut pautnya dengan sistem lingkungan hidup (ekosistem) kelautan dan perairan.

Di tingkat internasional, sejak tahun 1909 telah dikenal istilah "Sea Scouts" yang diadakan oleh kepramukaan Inggris. Pada tahun 1912 Asosiasi Pramuka Baden Powell mengadopsi Sea Scout. Sehingga Sea Scout kemudian berkembang luas di seluruh dunia, 

Oleh pemerintah Belanda, kepramukaan kelautan diadopsi ke negara-negara jajahannya, termasuk ke Indonesia. Melalui NIPV (Organisasi Kepanduan Milik Pemerintah Hindia Belanda) didirikanlan "zeeverkenners". Para tokoh kepanduan nasional pun tergerak untuk mendirikan "Pandu Laut". Keberadaan Pandu Laut ini terus bertahan hingga Indonesia merdeka.

Pada tahun 1983, terbitlah Instruksi Bersama Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor : 081 tahun 1983 dan INS/I/VI/ 1983 tentang Satuan Karya Bahari. Surat keputusan inilah yang kemudian menjadi penanda resmi berdirinya Satuan Karya Pramuka Bahari di Indonesia.

4. SAKA BAKTI HUSADA

Saka Bakti Husada adalah salah satu jenis Satuan Karya Pramuka yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan.
Saka Bakti Husada diresmikan pada tanggal 17 Juli 1985, dengan dilantiknya Pimpinan Saka Bakti Husada Tingkat Nasional.
Pembinaan Saka Bakti Husada berada di bawah Gerakan Pramuka yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, dan instansi-instansi kesehatan lainnya. 
Tujuan dibentuknya Saka Bakti Husada adalah untuk mewujudkan tenaga kader pembangunan dalam bidang kesehatan, yang dapat membantu melembagakan norma hidup sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya.

5. SAKA PARIWISATA

Saka Pariwisata hampir sama persis maksud dan tujuannya dengan Saka Panduwisata yang merupakan wadah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilamn praktis dibidang kepariwisataan guna menumbuhkan kesadaran untuk membaktikan dirinya dalam pembangunan nasional. Pariwisata yang dimaksud adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan wisata, termasuk pengusahaan obyek dan daya tarik wisata serta usaha-usaha lain yang terkait dibidang tersebut, namun yang membedahkannya adalah kalau Saka Panduwisata dibentuk oleh Kwartir Daerah karena sesuai dengan tingkat kebutuhan daerah tersebut, Saka Pariwisata yang disahkan melalui keputusan Kwartir Nasional yang akan ditandatangani pada saat Musyawarah Nasional Gerakan Pramuka yang berlangsung pada tahun 2013.Dalam rentan waktu yang cukup panjang ini, semua unsure Kementerian Kebudayaan dan pariwisata Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Se- Indonesia dengan tetap berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan pariwisita Provinsi Se- Indonesia sedang mengupayakan mensosialisasikan dan penyiapan pendirian Satuan Karya Pramuka Pariwisata.

SURVIVAL

Survival ( survive dalam bahasa inggris) berarti bertahan hidup. Survival merupakan ilmu untuk mempertahankan diri dari berbagai ancaman di alam bebas dengan menggunakan alat seadanya dengan tujuan bertahan hidup. Selain itu, survival juga dapat diartikan perhuruf sesuai dengan buku komando survival.

  • S  : Sadarilah situasimu sungguh-sungguh
  • U  : Untuk malang tergantung ketenanganmu
  • : Rasa takut dan panik harus kamu kuasai
  • V  : Vakum (kosong) isilah dengan segera
  •  I  : Ingatlah selalu di mana kamu berada
  • V  : Viva (hidup) tetap hargailah dia
  • A  : Adat istiadat setempat patut ditiru
  • Latihlah dirimu dan belajarlah selalu

Dalam survival terdapat Metode STOP. Metode STOP merupakan metode yang dapat digunakan dalam keadaan terdesak, panik, keritis, atau kehilangan arah. Metode STOP dapat diartikan sebagai berikut.
  • S Stop and seating (berhenti dan duduklah setenang mungkin) 
  • T : Thingking (berfikirlah)
  • O : Observe (amati keadaan sekitar dengan seksama)
  • P : Planning (buat rencana yang harus di lakukan segera mungkin)

Dalam praktiknyan survival dapat di lakukan di empat medan atau lokasi yang telah dikelompokan, yaitu:

  1. Bertahan hidup di laut
  2. Bertahan hidup di hutan
  3. Bertahan hidup di padang pasir
  4. Bertahan hidup di daerah kutub
dalam bidang survival harus memiliki pedoman yaitu "HARUS HIDUP" yang memiliki arti:

  • H : Hadapilah situasi sulit dengan tenang dan bijaksana
  • : Akal merupakan senjata ampuh
  • : Rasa takut harus dihilangkan
  • U : Usaha melepaskan diri dari berbagai hal
  • S  : Semangat dan tekad untuk mepertahankan hidup
  • H : Hormati adat setempat
  • : Istirahat
  • D : Jangan sampai terjebak
  • U : Usahakan selamat dan jaga kesehatan
  • P : Praktekkan
Dalam melakukan kegiatan bertahan hidup atau survival terdapat 5 (lima) teknik dasar survival.
  1. API
    Api merupakan salah satu elemen yang berperan penting dalam aktivitas bertahan hidup karena berfungsi sebagai penghangat, penerangan, penghalau binatang buas, kebutuhan masak-memasak dan memberikan sinyal dimana keberadaan survivor berada.
  2. Shelter atau Tenda
    Shelter adalah tempat tinggal sementara yang digunakan untuk berlindung survivor pada saat melakukan survival. Shelter bisa dibuat dari mantel seperti bivoac, memanfaatkan gua, rongga pohon yang aman atau celah bebatuan yang sekiranya mampu untuk melindungi survivor.
  3. Sinyal atau Tanda
    Sinyal atau Tanda merupakan bagian yang tidak kalah penting. Dengan adanya sinyal dapat memberikan potensi survivor dapat ditemukan oleh tim penolong karena sinyal dapat memberikan petunjuk dimana survivor berada.
  4. Makanan dan Air
    Makanan dan Air juga merupakan elemen penting dalam kegiatan survival karena tidak mungkin seorang yang ber-survival dapat bertahan hidup tanpa Makanan dan Air.
  5. Pertolongan Pertama
    Pertolongan pertama ini bukan hanya dalam kategori medis tetapi juga kategori psikologis dimana seorang survivor dituntun untuk tetap tenang dan tidak panik, karena panik dapat memperburuk kondisi sang survivor. pertolongan pertama ini dapat kita lakukan dengan metode STOP
Beberapa pertimbangan dalam pengambilan keputusan untuk tetap tinggal di lokasi dan menunggu pertolongan tim SAR adalah :

  • Survivor mengetahui bahwa telah terindeks oleh hubungan radio. Atau rute perjalanan ada yang mengetahui.
  • Cari daerah terbuka untuk memudahkan tim SAR mengetahui dan bisa melakukan komunikasi lapang.
  • Cari lokasi yang terdapat sumber air dan persediaan makanan.
Jika terdapat survivor yang menderita, ada ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu:

  1. Rawat survivor yang menderita atau sakit
  2. Membuat tempat berlindung yang aman dari cuaca buruk dan hewan yang berbahaya
  3. Hemat persediaan makanan yang ada dan berusaha untuk mencari tambahan di sekitar lokasi
  4. Siapkan dan buatlah tanda darat ke udara dengan piroteknik maupun dengan benda lainnya. Seperti smoke signal, flare, cermin, kain warna kontras, asap hasil membakar sampah, dan lain lain.
Berikut tindakan yang harus dilakukan saat meninggalkan tempat.

  1. Siapkan bahan dan perlengkapan yang berguna dan dapat dibawa dalam perjalanan.
  2. Tentukan arah yang dituju berasarkan kompas, matahari, atau alat penunjuk lainnya.
  3. Tinggalkan pesan yang berisi jumlah survivor, kondisi fisik, perlengkapan dan bahan yang dibawa, serta arah yang dituju.
  4. Buatlah jejak yang jelas selama melakukan perjalanan.
  5. Ikuti punggungan gunung dan jangan mengikuti lembah atau sungai apabila berada di daerah pegunungan.
  6. Carilah makanan dan air sebelum persediaan yang dibawa habis.
  7. Cari dan buatlah tempat perlindungan atau bivak dan hindari melakukan perjalanan malam.
  8. Buatlah perapian untuk memasak, menghangatkan tubuh untuk melindungi diri dari serangga dan binatang buas.
Beberapa yang harus diingat oleh bila survivor adalah sebuah kelompok.
  1. Setiap kegiatan survival harus terorganisir
  2. Tentukan hanya satu pemimpin
  3. Kembangkan rasa ketergantungan
  4. Dalam keadaan apapun pemimpin harus siap mengambil keputusaan dan kelompok harus dalam keadaan utuh.

Berikut adalah contoh soal tentang materi di atas.

  1. Sebutkan teknik dasar dalam kegiatan survival!
  2. Apa arti dari huruf  "A" dalam pedoman HARUS HIDUP?
  3. Sebutkan medan yang terdapat dalam survival!